MALANG, OBSERFACT.ID — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Malang resmi melantik kepengurusan baru pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Alana Malang tersebut diikuti sekitar 150 peserta dan dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Ali Mutohirin, Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan lainnya. Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong potensi ekonomi kreatif Kota Malang agar semakin produktif dan berdaya saing.
Ketua DPC GEKRAFS Kota Malang, Reynaldi Angga Sazali, mengatakan kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pelaku ekonomi kreatif. Ia menilai Kota Malang memiliki potensi yang besar sehingga diperlukan kolaborasi untuk memperluas peluang usaha dan mendorong pertumbuhan para pelaku kreatif.
“Bagi saya, ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk membawa GEKRAFS Kota Malang menjadi organisasi yang memberikan dampak nyata,” ujar Reynaldi dalam sambutannya.
Menurutnya, GEKRAFS perlu menjadi wadah yang mampu menyatukan potensi, membangun kerja sama, dan membuka akses bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang. Ia berharap kepengurusan baru tidak hanya berfokus pada struktur organisasi, tetapi juga menghasilkan program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Ketua DPW GEKRAFS Jawa Timur, Rian Seprianto Maulana, turut menyoroti besarnya potensi ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pembangunan nasional. Dalam sambutannya, ia menyebut Kota Malang memiliki sekitar 4.951 penggiat ekonomi kreatif yang tersebar di 17 subsektor, dengan kuliner dan fesyen sebagai sejumlah sektor unggulan.
“Angka tersebut bukan statistik. Di balik angka itu ada jutaan pelaku usaha, seniman, desainer, musisi, dan UMKM yang setiap hari bekerja, berkarya, menciptakan nilai tambah, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Rian.
Ia menekankan bahwa potensi tersebut perlu diterjemahkan menjadi program yang terukur agar keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat bagi para pelaku ekonomi kreatif. Konsolidasi organisasi dan penyusunan program kerja dinilai penting untuk menghubungkan kreativitas dengan peluang usaha serta memperluas kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian daerah.
Sementara itu, Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menilai ekonomi kreatif memiliki keunggulan karena bertumpu pada gagasan dan kemampuan manusia yang dapat terus dikembangkan. Ia membandingkan sektor tersebut dengan ekonomi ekstraktif yang mengandalkan sumber daya alam dengan jumlah terbatas.
“Kalau ekonomi ekstraktif, seperti tambang, semakin lama ditambang tentu sumber dayanya akan semakin habis. Tetapi ekonomi kreatif, sumber daya utamanya adalah pikiran. Semakin dikembangkan, semakin banyak manfaat yang bisa dihasilkan,” ujarnya.
Kawendra juga menyampaikan rencana penerbitan instruksi kepada setiap DPC GEKRAFS agar memiliki desa binaan yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi. Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha di desa, tetapi juga membuka peluang agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, salah satunya melalui keberadaan Malang Creative Center (MCC) sebagai ruang bagi komunitas untuk bertumbuh, membangun jejaring, dan berkolaborasi. Menurutnya, fasilitas dan peluang yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku ekonomi kreatif.
“Pengelolaan organisasi yang profesional, terbuka, serta berorientasi pada program akan menghasilkan output yang benar-benar dirasakan oleh para pelaku ekonomi kreatif,” kata Wahyu.
Wahyu juga menekankan bahwa predikat Kota Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang media arts yang ditetapkan UNESCO perlu diikuti dengan hasil nyata. Hal tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui pertumbuhan usaha kreatif, peningkatan kualitas produk, terbukanya lapangan kerja, serta meningkatnya daya saing masyarakat.
Pelantikan kepengurusan DPC GEKRAFS Kota Malang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata, peragaan busana, dan foto bersama. Melalui kepengurusan baru tersebut, GEKRAFS diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha untuk mendorong ekonomi kreatif Kota Malang berkembang di tingkat nasional hingga membuka peluang di pasar global.