Tag: BEM UI

  • Demo Indonesia Sadar di Jakarta Viral, Sopir Angkot Dibayar Rp450 Ribu hingga Momen Terobos Barikade Jadi Sorotan

    Demo Indonesia Sadar di Jakarta Viral, Sopir Angkot Dibayar Rp450 Ribu hingga Momen Terobos Barikade Jadi Sorotan

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Aksi demonstrasi bertajuk Indonesia Sadar yang digelar di Jakarta pada Rabu (28/10/2026) menyita perhatian publik. Unjuk rasa yang melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan elemen masyarakat sipil tersebut diwarnai sejumlah kejadian viral, mulai dari perjuangan sopir angkutan kota (angkot) mengantar demonstran menembus barikade, hingga dukungan relawan dan figur publik di lokasi aksi.

    Salah satu cerita yang menarik perhatian datang dari para sopir angkot T19 rute Terminal Depok–Terminal Kampung Rambutan. Mereka memilih tidak mencari penumpang reguler selama sehari demi mengantar mahasiswa UI dari Depok menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

    Sopir angkot bernama Atur Santoso (56) mengungkapkan dirinya menerima bayaran bersih Rp450.000 untuk pekerjaan tersebut. Ia mengatakan nilai awal pembayaran mencapai Rp500.000, tetapi sebagian dipotong oleh koordinator.

    Atur mengaku menerima tawaran itu meskipun sempat merasa khawatir mengantar rombongan demonstran. Kondisi penumpang yang sedang sepi serta kebutuhan keluarga menjadi pertimbangannya untuk tetap mengambil pekerjaan tersebut.

    Pengalaman serupa dialami Ranto (56), yang memperoleh Rp430.000 setelah dipotong biaya perantara. Sementara itu, Modal Ginting (46) menerima Rp450.000 untuk perjalanan pergi-pulang. Namun, para sopir tetap harus memperhitungkan setoran harian, bahan bakar, serta biaya makan dan minum selama menunggu aksi selesai.

    Berdasarkan perkiraan para sopir, sekitar 40 angkot T19 ikut terlibat dalam pengantaran mahasiswa. Sebagian kendaraan bahkan tidak dapat mencapai titik demonstrasi karena terhalang barikade polisi, sehingga sopir memilih menunggu di sejumlah lokasi di Jakarta.

    Di sisi lain, rekaman angkot yang bermanuver melewati barikade menuju Bundaran HI turut ramai dibicarakan di media sosial. Kemampuan sopir mengendalikan kendaraan di tengah kerumunan menjadi perhatian warganet. Meski demikian, aksi tersebut juga berlangsung dalam situasi padat yang menuntut kehati-hatian seluruh pengguna jalan.

    Selain momen angkot menerobos barikade, demonstrasi itu juga diwarnai perbincangan mengenai simbol tiga jari atau three-finger salute. Gestur tersebut digunakan sebagai simbol solidaritas dan perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap menindas, serta dikenal luas melalui novel dan film The Hunger Games. Dalam aksi Indonesia Sadar, simbol tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi peserta dalam menyampaikan kritik dan aspirasi politik.

    Peristiwa lain yang turut viral adalah beredarnya video sebuah kemasan Teh Botol Sosro yang diduga mengandung cairan menyerupai sabun. Dalam rekaman yang beredar, terlihat cairan putih berbusa keluar ketika kemasan ditekan. Orang yang merekam juga mengaku mencium aroma seperti sabun.

    Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Pihak Teh Botol Sosro menyatakan telah mengetahui unggahan tersebut dan sedang melakukan investigasi untuk memeriksa kejadian yang sebenarnya. Karena itu, belum ada kesimpulan bahwa minuman tersebut benar-benar mengandung sabun maupun informasi pasti mengenai penyebab cairan berbusa.

    Dukungan terhadap peserta demonstrasi juga datang dari sejumlah figur publik. Aktor Reza Rahadian terlihat berada di kawasan Bundaran HI, sedangkan Wanda Hamidah hadir membawa poster bertuliskan “Silent is Violent”. Sementara itu, Zaskia Adya Mecca terlibat sebagai relawan yang membantu menyediakan ambulans, makanan, minuman, logistik, dan bantuan medis bagi mahasiswa.

    Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan beragam sisi demonstrasi Indonesia Sadar, mulai dari perjuangan mahasiswa menyampaikan aspirasi, keterlibatan sopir angkot yang mengandalkan pendapatan harian, hingga dukungan masyarakat dan figur publik. Di tengah sorotan terhadap momen-momen viral, verifikasi informasi dan keselamatan seluruh pihak tetap menjadi hal penting dalam memahami peristiwa tersebut.