Tag: kebakaran hutan dan lahan

  • Disoraki Mahasiswa Trisakti, Stafsus Setneg Janji Usulkan Penggantian Menhut dan Wamenhut

    Disoraki Mahasiswa Trisakti, Stafsus Setneg Janji Usulkan Penggantian Menhut dan Wamenhut

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Staf Khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Binbin Firman Tresnadi, mendapat sorakan hingga kritik langsung dari mahasiswa Universitas Trisakti saat menemui massa aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kedatangannya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk kembali mendesak pemerintah menindaklanjuti berbagai persoalan, terutama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Binbin lebih dulu berdialog dengan sejumlah perwakilan mahasiswa selama sekitar 30 menit. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan tuntutan yang tergabung dalam Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura), termasuk persoalan lingkungan, ekonomi, politik, pendidikan, dan kesehatan.

    Salah satu isu yang mendapat perhatian utama adalah karhutla di sejumlah wilayah, mulai dari Kalimantan hingga Papua. Mahasiswa menyoroti dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    Perwakilan mahasiswa asal Kalimantan menyampaikan bahwa warga terdampak asap masih harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan pengobatan, meskipun kondisi lingkungan turut menghambat aktivitas dan pekerjaan mereka. Karena itu, mahasiswa meminta pemerintah memberikan akses layanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat yang terdampak.

    Selain persoalan kesehatan, massa aksi mendesak evaluasi terhadap kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki. Mahasiswa bahkan meminta agar kedua pejabat tersebut diganti karena dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan karhutla.

    Situasi memanas ketika Binbin menyampaikan hasil pertemuan dari atas mobil komando. Kehadirannya justru disambut sorakan dari mahasiswa. Sejumlah peserta aksi bahkan naik ke mobil komando untuk menyampaikan protes secara langsung.

    Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Deni Wibowo, turut mempertanyakan komitmen Binbin. Ia mengingatkan bahwa sekitar dua pekan sebelumnya, Binbin disebut pernah berjanji akan mengundurkan diri apabila persoalan karhutla tidak selesai dalam tiga hari. Namun, hingga aksi berlangsung, Binbin masih menduduki jabatannya.

    Menanggapi desakan tersebut, Binbin menyatakan akan meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pihak terkait. Ia juga menjanjikan masyarakat yang terdampak karhutla dapat memperoleh akses rumah sakit dan pengobatan tanpa biaya.

    Tak hanya itu, Binbin berkomitmen menyampaikan rekomendasi evaluasi terhadap Satgas PKH, termasuk usulan pergantian Menteri Kehutanan dan Wakil Menteri Kehutanan kepada pemerintah.

    Adapun Tritura yang dibawa mahasiswa Trisakti mencakup tiga agenda besar. Pertama, pemulihan menyeluruh di bidang ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan. Kedua, pemberantasan inkompetensi pejabat negara serta penghapusan rangkap jabatan pejabat publik. Ketiga, penegakan supremasi sipil.

    Aksi tersebut menjadi bentuk desakan mahasiswa agar pemerintah tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga menghadirkan langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

  • Kabut Asap Karhutla Indonesia Bayangi F1 GP Singapura 2026, Penyelenggara Siapkan Antisipasi

    Kabut Asap Karhutla Indonesia Bayangi F1 GP Singapura 2026, Penyelenggara Siapkan Antisipasi

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Formula 1 (F1) Grand Prix Singapura 2026 pada 9–11 Oktober 2026. Selain suhu panas dan kelembapan tinggi yang menguras fisik pebalap, kondisi kualitas udara turut menjadi tantangan bagi penyelenggara, penonton, serta berbagai aktivitas di sekitar sirkuit.

    Dikutip dari Associated Press (AP), kabut asap juga menyelimuti Malaysia pada pekan sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kegiatan luar ruangan apabila kualitas udara terus memburuk. Polusi udara juga meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.

    Penyelenggara Singapore GP bersama Dewan Pariwisata Singapura (STB) dan gugus tugas pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara selama rangkaian balapan. Hingga Jumat (9/10/2026), belum ada keputusan untuk mengubah jadwal balapan maupun kegiatan hiburan di sekitar sirkuit.

    Federasi Otomotif Internasional (FIA) menyatakan balapan tetap direncanakan berlangsung sesuai jadwal. Namun, kegiatan hiburan luar ruangan berpotensi dibatasi apabila kabut asap semakin memburuk dan berdampak pada kesehatan masyarakat maupun operasional acara.

    Sebagai langkah antisipasi, penyelenggara menyiapkan rencana darurat berupa penyampaian informasi kualitas udara kepada penonton, penyediaan bantuan medis, serta masker N95 apabila diperlukan. Jika kabut asap memengaruhi jarak pandang, kesehatan publik, atau kelancaran acara, otoritas terkait akan mengevaluasi situasi sebelum menentukan langkah lanjutan.

    Direktur Eksekutif Singapore GP Adam Firth mengatakan belum ada rencana untuk mengubah kegiatan hiburan di sekitar sirkuit. Pemantauan terhadap cuaca dan kualitas udara akan terus dilakukan, dengan informasi perubahan kegiatan disampaikan melalui saluran resmi jika diperlukan.

    Di luar persoalan kabut asap, potensi hujan pada Sabtu dan Minggu juga menjadi tantangan tersendiri. Lintasan jalan raya yang basah dapat meningkatkan tingkat kesulitan balapan, terutama setelah munculnya masalah perangkat lunak pada sejumlah mobil dalam balapan di Malaysia pekan sebelumnya.

    Sirkuit jalan raya Singapura dikenal menguras stamina pebalap akibat suhu dan kelembapan tinggi. Max Verstappen bahkan pernah mengibaratkan kondisi balapan di sana seperti berada di dalam sauna. Kini, potensi dampak karhutla menambah perhatian terhadap kondisi lingkungan selama salah satu agenda utama motorsport internasional tersebut.

    Hingga Jumat (9/10/2026), belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan jadwal balapan akibat kabut asap. Penyelenggara tetap memantau kondisi udara dan cuaca untuk memastikan langkah penanganan dapat dilakukan sesuai perkembangan situasi.