Tag: ojek online

  • Khofifah Salurkan Sembako dan Voucher Pertamax untuk 100 Ojol di Malang

    Khofifah Salurkan Sembako dan Voucher Pertamax untuk 100 Ojol di Malang

    MALANG, OBSERFACT.ID — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sembako dan voucher bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax kepada 100 pengemudi ojek online (ojol) di SPBU Ciliwung, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (17/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengemudi ojol yang sehari-hari bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah.

    Dalam kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 20.08 hingga 20.45 WIB itu, Khofifah didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kapolresta Malang Kota Danang Setiyo Pambudi Sukarno, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur dan Kota Malang. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan pengemudi ojol sebelum dilanjutkan dengan pengisian Pertamax secara simbolis di lokasi SPBU.

    Setiap penerima memperoleh bantuan sembako dan voucher BBM nonsubsidi jenis Pertamax sebanyak tiga liter. Penyaluran tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan sebagian biaya operasional pengemudi ojol di tengah aktivitas pelayanan transportasi berbasis aplikasi.

    Selain penyerahan bantuan, Khofifah juga menyaksikan pengisian Pertamax secara simbolis kepada pengemudi ojol dengan didampingi Wahyu Hidayat. Seluruh bantuan kemudian dibagikan kepada 100 penerima sebelum rombongan Gubernur Jawa Timur meninggalkan lokasi pada pukul 20.45 WIB.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang tidak hanya berfokus pada perayaan, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial bagi masyarakat. Pengemudi ojol menjadi salah satu kelompok penerima bantuan karena biaya bahan bakar merupakan bagian dari pengeluaran operasional mereka dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

    Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperkuat perhatian terhadap kelompok pekerja sektor informal, termasuk pengemudi transportasi daring. Penyaluran bantuan sembako dan voucher BBM tersebut diharapkan membantu meringankan kebutuhan penerima manfaat sekaligus memperkuat kepedulian sosial dalam momentum peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

  • Kelangkaan BBM Picu Antrean hingga 1 Kilometer di Bali, Pertamina Tambah Pasokan dan Siapkan 92 SPBU Buka 24 Jam

    Kelangkaan BBM Picu Antrean hingga 1 Kilometer di Bali, Pertamina Tambah Pasokan dan Siapkan 92 SPBU Buka 24 Jam

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Bali memicu antrean kendaraan hingga sekitar 1 kilometer dan mengganggu aktivitas masyarakat. Warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bensin, bahkan seorang perempuan dilaporkan pingsan setelah mengantre di sebuah SPBU di Kabupaten Badung pada Selasa (13/10/2026).

    Antrean panjang terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli. Situasi tersebut tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga menyebabkan kemacetan dan mengganggu mata pencaharian warga yang bergantung pada kendaraan.

    Di Denpasar, seorang warga bernama Aries mengaku telah berkeliling selama sekitar satu jam dan mendatangi empat SPBU sebelum mencoba membeli bensin di pengecer. Namun, setelah mengantre sekitar 20 menit, ia tetap tidak mendapatkan BBM karena stok telah habis. Pemilik Pertamini di Jalan Pulau Tarakan, Akmal Yadi, juga menyebut persediaan 90 liter bensin yang diterimanya habis dalam waktu kurang dari dua jam.

    Kondisi serupa terjadi di Klungkung, ketika warga beralih mencari Pertamax setelah stok Pertalite kosong. Sementara itu, antrean di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja, Buleleng, membuat pengendara harus mendatangi beberapa lokasi untuk memperoleh bahan bakar.

    Di Kabupaten Badung, antrean di SPBU Dalung-Abianbase menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Buduk hingga sekitar 1 kilometer. Adapun di Denpasar, antrean di simpang Jalan HOS Cokroaminoto-Gatot Subroto mencapai sekitar 500 meter. Di kawasan Kintamani, Bangli, antrean di SPBU Jalan Raya Penelokan mencapai sekitar 200 meter dan turut menyulitkan sopir jeep wisata yang melayani perjalanan menuju kawasan Gunung Batur.

    Dampak kelangkaan juga dirasakan pengemudi ojek online. Seorang pengemudi bernama Dodik terpaksa menonaktifkan aplikasi setelah mendatangi empat SPBU dan menghabiskan waktu untuk mencari bensin. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menerima pesanan pun terbuang akibat antrean.

    Selain mengganggu aktivitas ekonomi, antrean panjang juga memicu insiden kesehatan. Seorang perempuan di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Badung, dilaporkan pingsan sekitar pukul 09.00 Wita setelah mengantre selama berjam-jam. Petugas kepolisian dan petugas SPBU memberikan pertolongan sebelum korban dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Abiansemal 1.

    Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran Pertamina Patra Niaga ke rumah jabatan Jaya Sabha, Denpasar, pada Senin (12/10/2026). Ia meminta penjelasan mengenai antrean panjang sekaligus mendesak perbaikan pasokan dan distribusi BBM. Koster juga mengimbau masyarakat agar tidak panik karena pembelian secara bersamaan dapat mempercepat habisnya stok di SPBU.

    Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa salah satu kendala yang memengaruhi pasokan adalah keterlambatan bongkar muat kapal tanker. Proses yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 06.30 Wita baru dapat dilakukan sekitar pukul 22.00 Wita karena kendala pemasangan jangkar kapal. Simon menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Bali yang terdampak.

    Sebagai langkah penanganan, Pertamina menyatakan telah mendatangkan 19,2 juta liter Pertalite pada Selasa (13/10/2026). Pasokan tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan selama enam hingga tujuh hari, dengan konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2–3 juta liter per hari. Selain itu, sebanyak 3 juta liter Pertamax juga telah tiba dan tambahan pasokan kedua jenis BBM tersebut direncanakan disalurkan secara bertahap.

    Untuk mengurangi antrean, sebanyak 92 SPBU di Denpasar dan Badung disiapkan beroperasi selama 24 jam mulai Selasa malam. SPBU di Gianyar dan Tabanan juga direncanakan menerapkan operasional serupa dalam satu hingga dua hari berikutnya.

    Langkah penambahan pasokan dan perpanjangan jam operasional diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi BBM, mengurangi kepadatan lalu lintas, serta memulihkan aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di Bali.