Enam Aktivis Greenpeace Dipulangkan, Warganet Usul Patungan Rp10 Ribu untuk Kampanye Krisis Iklim di Times Square

Written by

in

JAKARTA, OBSERFACT.ID — Aksi Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), berlanjut menjadi perbincangan di media sosial. Setelah enam aktivis yang terlibat dipulangkan dari Polda Metro Jaya, warganet mengusulkan penggalangan dana untuk menyuarakan pesan serupa melalui videotron di Times Square, New York, Amerika Serikat.

Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Daniel Winarta, mengatakan enam aktivis tersebut telah dipulangkan sekitar pukul 20.30 WIB. Menurutnya, mereka hanya menjalani pendataan yang mencakup identitas dan kronologi kejadian, tanpa dimintai keterangan lebih lanjut.

Sebelum dipulangkan, keenam aktivis sempat dievakuasi ke fasilitas kesehatan Biddokkes Polda Metro Jaya setelah mengeluhkan kondisi lemas dan pusing. Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan pemeriksaan medis sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan mereka.

Aksi Greenpeace tersebut dilakukan dengan membentangkan spanduk dan poster di Monumen Selamat Datang. Pesan yang disampaikan menyoroti krisis iklim dan biaya hidup, sekaligus mendesak pemerintah agar lebih serius menangani persoalan lingkungan dan dampaknya terhadap masyarakat. Spanduk kemudian diturunkan sekitar pukul 08.10 WIB, dan petugas meminta para aktivis turun dari patung.

Di tengah perhatian publik terhadap aksi tersebut, muncul gagasan dari pengguna Threads untuk mengumpulkan donasi sebesar Rp10.000 per orang guna memasang pesan kampanye melalui videotron di Times Square. Usulan itu ramai mendapat tanggapan positif dan disebut telah memperoleh hampir 30.000 tanda suka, berdasarkan laporan Beritasatu.com pada Rabu (21/10/2026).

Times Square dipilih karena dikenal sebagai salah satu kawasan publik paling ikonik dan ramai di dunia. Para pendukung gagasan tersebut berharap kampanye di lokasi itu dapat memperluas perhatian internasional terhadap berbagai persoalan di Indonesia, terutama kerusakan lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, serta dampaknya bagi kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Sejumlah warganet juga menyarankan agar materi kampanye menggunakan bahasa Inggris agar mudah dipahami audiens internasional. Mereka mengusulkan pesan yang berfokus pada kondisi lingkungan, dampak polusi terhadap kesehatan, serta masa depan anak-anak dan generasi mendatang. Sebagian pengguna menekankan pentingnya menyampaikan persoalan tersebut melalui fakta dan dampak sosial, bukan menjadikannya sekadar kampanye politik.

Hingga berita ini disusun, gagasan patungan untuk memasang videotron di Times Square masih berupa usulan yang ramai dibicarakan di media sosial. Belum ada kepastian mengenai realisasi penggalangan dana maupun pemasangan materi kampanye tersebut.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *