Blog

  • Demo Meluas di Jakarta, 61 Titik Aksi Tercatat: Mahasiswa Trisakti Bawa Tritura ke Istana Negara

    Demo Meluas di Jakarta, 61 Titik Aksi Tercatat: Mahasiswa Trisakti Bawa Tritura ke Istana Negara

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Gelombang demonstrasi kembali berlangsung di Jakarta pada Kamis (29/10/2026). Polda Metro Jaya mencatat terdapat 61 titik penyampaian pendapat di wilayah ibu kota, dengan berbagai kelompok masyarakat menyuarakan aspirasi. Salah satu aksi yang menjadi sorotan adalah rencana demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti di depan Istana Negara dengan membawa Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).

    Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti mengajak mahasiswa untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Sebelum bergerak menuju Istana Negara, peserta aksi dijadwalkan berkumpul di kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, mulai pukul 10.00 WIB.

    Dalam seruan aksinya, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kondisi ekonomi dan lingkungan hingga praktik penyelenggaraan pemerintahan. Mereka menilai kritik masyarakat perlu mendapat ruang dan kekuasaan harus dijalankan dengan tanggung jawab.

    Adapun tiga tuntutan yang dibawa mahasiswa Trisakti meliputi:

    1. Pemulihan nasional, mencakup bidang ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan.
    2. Pemberantasan inkompetensi pejabat negara serta penghapusan rangkap jabatan pejabat publik.
    3. Penegakan supremasi sipil.

    Selain mahasiswa Trisakti, sejumlah kelompok masyarakat lain juga tercatat menyampaikan aspirasi di berbagai kawasan Jakarta. Berdasarkan laporan yang mengutip data kepolisian, aksi berlangsung di sejumlah titik, termasuk Taman Pandang Istana, Gedung DPR/MPR RI, kantor DPRD DKI Jakarta, Kementerian UMKM, Tugu Tani, dan Silang Selatan Monas.

    Di kawasan Taman Pandang Istana, Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar Aksi Kamisan. Sementara itu, Koalisi Nasional Perempuan Indonesia tercatat melakukan aksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI dengan jumlah peserta sekitar 20 orang. Kelompok pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta dengan perkiraan peserta sekitar 100 orang.

    Aksi lainnya melibatkan Gerakan Ojol Indonesia Bersatu di kawasan Kementerian UMKM, BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di sekitar Tugu Tani dengan sekitar 50 peserta, serta BEM SI se-Jabodetabek dan Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia di kawasan Silang Selatan Monas.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan bersama unsur TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain mahasiswa, aksi penyampaian pendapat pada hari tersebut juga melibatkan pekerja, organisasi perempuan, pengemudi ojek online, dan kelompok masyarakat lainnya.

    Banyaknya titik aksi di sekitar pusat pemerintahan dan jalan utama berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas. Namun, penutupan jalan maupun pengalihan arus tidak otomatis berlaku di seluruh lokasi karena kebijakan rekayasa lalu lintas dapat disesuaikan dengan situasi di lapangan.

    Polda Metro Jaya mencatat 61 titik penyampaian pendapat serta 17 kegiatan masyarakat lainnya pada 29 Oktober 2026. Meski demikian, daftar lokasi yang telah diberitakan belum mencakup seluruh titik tersebut. Masyarakat yang hendak beraktivitas di Jakarta diimbau memantau informasi lalu lintas dan pengamanan melalui kanal resmi kepolisian serta pemerintah daerah.

  • Enam Aktivis Greenpeace Dipulangkan, Warganet Usul Patungan Rp10 Ribu untuk Kampanye Krisis Iklim di Times Square

    Enam Aktivis Greenpeace Dipulangkan, Warganet Usul Patungan Rp10 Ribu untuk Kampanye Krisis Iklim di Times Square

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Aksi Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), berlanjut menjadi perbincangan di media sosial. Setelah enam aktivis yang terlibat dipulangkan dari Polda Metro Jaya, warganet mengusulkan penggalangan dana untuk menyuarakan pesan serupa melalui videotron di Times Square, New York, Amerika Serikat.

    Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Daniel Winarta, mengatakan enam aktivis tersebut telah dipulangkan sekitar pukul 20.30 WIB. Menurutnya, mereka hanya menjalani pendataan yang mencakup identitas dan kronologi kejadian, tanpa dimintai keterangan lebih lanjut.

    Sebelum dipulangkan, keenam aktivis sempat dievakuasi ke fasilitas kesehatan Biddokkes Polda Metro Jaya setelah mengeluhkan kondisi lemas dan pusing. Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan pemeriksaan medis sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan mereka.

    Aksi Greenpeace tersebut dilakukan dengan membentangkan spanduk dan poster di Monumen Selamat Datang. Pesan yang disampaikan menyoroti krisis iklim dan biaya hidup, sekaligus mendesak pemerintah agar lebih serius menangani persoalan lingkungan dan dampaknya terhadap masyarakat. Spanduk kemudian diturunkan sekitar pukul 08.10 WIB, dan petugas meminta para aktivis turun dari patung.

    Di tengah perhatian publik terhadap aksi tersebut, muncul gagasan dari pengguna Threads untuk mengumpulkan donasi sebesar Rp10.000 per orang guna memasang pesan kampanye melalui videotron di Times Square. Usulan itu ramai mendapat tanggapan positif dan disebut telah memperoleh hampir 30.000 tanda suka, berdasarkan laporan Beritasatu.com pada Rabu (21/10/2026).

    Times Square dipilih karena dikenal sebagai salah satu kawasan publik paling ikonik dan ramai di dunia. Para pendukung gagasan tersebut berharap kampanye di lokasi itu dapat memperluas perhatian internasional terhadap berbagai persoalan di Indonesia, terutama kerusakan lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, serta dampaknya bagi kesehatan dan kehidupan masyarakat.

    Sejumlah warganet juga menyarankan agar materi kampanye menggunakan bahasa Inggris agar mudah dipahami audiens internasional. Mereka mengusulkan pesan yang berfokus pada kondisi lingkungan, dampak polusi terhadap kesehatan, serta masa depan anak-anak dan generasi mendatang. Sebagian pengguna menekankan pentingnya menyampaikan persoalan tersebut melalui fakta dan dampak sosial, bukan menjadikannya sekadar kampanye politik.

    Hingga berita ini disusun, gagasan patungan untuk memasang videotron di Times Square masih berupa usulan yang ramai dibicarakan di media sosial. Belum ada kepastian mengenai realisasi penggalangan dana maupun pemasangan materi kampanye tersebut.

  • Khofifah Salurkan Sembako dan Voucher Pertamax untuk 100 Ojol di Malang

    Khofifah Salurkan Sembako dan Voucher Pertamax untuk 100 Ojol di Malang

    MALANG, OBSERFACT.ID — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sembako dan voucher bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax kepada 100 pengemudi ojek online (ojol) di SPBU Ciliwung, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (17/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengemudi ojol yang sehari-hari bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah.

    Dalam kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 20.08 hingga 20.45 WIB itu, Khofifah didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kapolresta Malang Kota Danang Setiyo Pambudi Sukarno, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur dan Kota Malang. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan pengemudi ojol sebelum dilanjutkan dengan pengisian Pertamax secara simbolis di lokasi SPBU.

    Setiap penerima memperoleh bantuan sembako dan voucher BBM nonsubsidi jenis Pertamax sebanyak tiga liter. Penyaluran tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan sebagian biaya operasional pengemudi ojol di tengah aktivitas pelayanan transportasi berbasis aplikasi.

    Selain penyerahan bantuan, Khofifah juga menyaksikan pengisian Pertamax secara simbolis kepada pengemudi ojol dengan didampingi Wahyu Hidayat. Seluruh bantuan kemudian dibagikan kepada 100 penerima sebelum rombongan Gubernur Jawa Timur meninggalkan lokasi pada pukul 20.45 WIB.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang tidak hanya berfokus pada perayaan, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial bagi masyarakat. Pengemudi ojol menjadi salah satu kelompok penerima bantuan karena biaya bahan bakar merupakan bagian dari pengeluaran operasional mereka dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

    Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperkuat perhatian terhadap kelompok pekerja sektor informal, termasuk pengemudi transportasi daring. Penyaluran bantuan sembako dan voucher BBM tersebut diharapkan membantu meringankan kebutuhan penerima manfaat sekaligus memperkuat kepedulian sosial dalam momentum peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

  • GEKRAFS Malang Resmi Dilantik, Bidik Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal

    GEKRAFS Malang Resmi Dilantik, Bidik Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal

    MALANG, OBSERFACT.ID — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Malang resmi melantik kepengurusan baru pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Alana Malang tersebut diikuti sekitar 150 peserta dan dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Ali Mutohirin, Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan lainnya. Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong potensi ekonomi kreatif Kota Malang agar semakin produktif dan berdaya saing.

    Ketua DPC GEKRAFS Kota Malang, Reynaldi Angga Sazali, mengatakan kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pelaku ekonomi kreatif. Ia menilai Kota Malang memiliki potensi yang besar sehingga diperlukan kolaborasi untuk memperluas peluang usaha dan mendorong pertumbuhan para pelaku kreatif.

    “Bagi saya, ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk membawa GEKRAFS Kota Malang menjadi organisasi yang memberikan dampak nyata,” ujar Reynaldi dalam sambutannya.

    Menurutnya, GEKRAFS perlu menjadi wadah yang mampu menyatukan potensi, membangun kerja sama, dan membuka akses bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang. Ia berharap kepengurusan baru tidak hanya berfokus pada struktur organisasi, tetapi juga menghasilkan program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

    Ketua DPW GEKRAFS Jawa Timur, Rian Seprianto Maulana, turut menyoroti besarnya potensi ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pembangunan nasional. Dalam sambutannya, ia menyebut Kota Malang memiliki sekitar 4.951 penggiat ekonomi kreatif yang tersebar di 17 subsektor, dengan kuliner dan fesyen sebagai sejumlah sektor unggulan.

    “Angka tersebut bukan statistik. Di balik angka itu ada jutaan pelaku usaha, seniman, desainer, musisi, dan UMKM yang setiap hari bekerja, berkarya, menciptakan nilai tambah, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Rian.

    Ia menekankan bahwa potensi tersebut perlu diterjemahkan menjadi program yang terukur agar keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat bagi para pelaku ekonomi kreatif. Konsolidasi organisasi dan penyusunan program kerja dinilai penting untuk menghubungkan kreativitas dengan peluang usaha serta memperluas kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian daerah.

    Sementara itu, Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menilai ekonomi kreatif memiliki keunggulan karena bertumpu pada gagasan dan kemampuan manusia yang dapat terus dikembangkan. Ia membandingkan sektor tersebut dengan ekonomi ekstraktif yang mengandalkan sumber daya alam dengan jumlah terbatas.

    “Kalau ekonomi ekstraktif, seperti tambang, semakin lama ditambang tentu sumber dayanya akan semakin habis. Tetapi ekonomi kreatif, sumber daya utamanya adalah pikiran. Semakin dikembangkan, semakin banyak manfaat yang bisa dihasilkan,” ujarnya.

    Kawendra juga menyampaikan rencana penerbitan instruksi kepada setiap DPC GEKRAFS agar memiliki desa binaan yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi. Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha di desa, tetapi juga membuka peluang agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

    Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, salah satunya melalui keberadaan Malang Creative Center (MCC) sebagai ruang bagi komunitas untuk bertumbuh, membangun jejaring, dan berkolaborasi. Menurutnya, fasilitas dan peluang yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku ekonomi kreatif.

    “Pengelolaan organisasi yang profesional, terbuka, serta berorientasi pada program akan menghasilkan output yang benar-benar dirasakan oleh para pelaku ekonomi kreatif,” kata Wahyu.

    Wahyu juga menekankan bahwa predikat Kota Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang media arts yang ditetapkan UNESCO perlu diikuti dengan hasil nyata. Hal tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui pertumbuhan usaha kreatif, peningkatan kualitas produk, terbukanya lapangan kerja, serta meningkatnya daya saing masyarakat.

    Pelantikan kepengurusan DPC GEKRAFS Kota Malang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata, peragaan busana, dan foto bersama. Melalui kepengurusan baru tersebut, GEKRAFS diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha untuk mendorong ekonomi kreatif Kota Malang berkembang di tingkat nasional hingga membuka peluang di pasar global.

  • Hashim Ungkap Rencana Prabowo Bagikan HP Gratis, Rekening Digital Disiapkan untuk 30% Warga yang Belum Punya Rekening

    Hashim Ungkap Rencana Prabowo Bagikan HP Gratis, Rekening Digital Disiapkan untuk 30% Warga yang Belum Punya Rekening

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Pemerintah berencana membagikan telepon genggam (HP) gratis yang dilengkapi rekening digital bagi masyarakat yang belum memiliki akses perbankan. Rencana tersebut diungkapkan Hashim Djojohadikusumo dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).

    Hashim, yang merupakan adik Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mempermudah penyaluran bantuan pemerintah secara digital. Melalui sistem tersebut, dana bantuan akan dikirimkan langsung ke rekening digital penerima melalui Kementerian Keuangan, sehingga penyalurannya ke depan tidak lagi dilakukan secara tunai.

    Pemerintah menargetkan program rekening gratis ini dapat menjangkau sekitar 30% penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening bank. Dua bank yang disebut mendapat tugas memfasilitasi pembukaan rekening tersebut adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

    Menurut Hashim, biaya pembukaan rekening sebesar Rp50.000 akan digratiskan. Sementara itu, laporan CNN Indonesia menyebut rekening digital tersebut direncanakan memiliki saldo awal Rp50.000. Program ini menyasar masyarakat yang belum memiliki rekening, dengan ketentuan usia dan administrasi yang masih perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya.

    Rencana program tersebut juga mencakup integrasi dengan proses administrasi kependudukan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa mekanisme rekening gratis masih dibahas pada 2026 dan diproyeksikan mulai berjalan pada awal 2027. Rekening tersebut direncanakan terhubung dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), bahkan berpotensi diberikan bersamaan dengan proses pembuatan KTP.

    Meski demikian, program pembagian HP dan rekening digital gratis ini masih berupa rencana pemerintah. Mekanisme pelaksanaan, cakupan penerima, serta teknis penyaluran bantuan melalui rekening digital perlu menunggu penjelasan dan pengumuman resmi lebih lanjut.

  • SBY Seloroh Batuk Prabowo Bisa Guncang Rupiah dan Saham, Tutup dengan Doa untuk Presiden

    SBY Seloroh Batuk Prabowo Bisa Guncang Rupiah dan Saham, Tutup dengan Doa untuk Presiden

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan candaan mengenai Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) ke-68, Rabu (14/10/2026).

    Candaan itu muncul ketika SBY membuka orasinya dengan meminta maaf karena sedang mengalami batuk. Ia menegaskan bahwa kondisinya bukan disebabkan oleh influenza A dan menyebut dirinya tetap aman untuk melanjutkan penyampaian materi.

    SBY juga menceritakan bahwa batuk terkadang mengganggu aktivitasnya, termasuk ketika sedang melukis. Namun, suasana menjadi lebih cair ketika ia mengaitkan kondisi tersebut dengan Presiden Prabowo dan situasi ekonomi nasional.

    Dengan nada berseloroh, SBY mengingatkan bahwa batuk seorang presiden bisa menimbulkan reaksi berbeda di pasar keuangan. Ia menyebut batuk Prabowo yang keras berpotensi membuat nilai tukar rupiah dan harga saham jatuh.

    Pernyataan tersebut disampaikan sebagai humor di tengah orasi, bukan sebagai penilaian resmi mengenai kondisi pasar keuangan. Kelakar itu sekaligus menyinggung besarnya perhatian publik terhadap Presiden serta kemungkinan respons pasar terhadap berbagai sentimen politik dan ekonomi.

    Di akhir pernyataannya, SBY menyampaikan harapan agar Prabowo senantiasa diberikan kesehatan sehingga dapat menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala negara dengan baik. Ia mengajak masyarakat mendoakan Presiden agar mampu memimpin Indonesia secara optimal.

    Momen tersebut menjadi selingan ringan dalam agenda akademik FISIP Unpad, dengan SBY memadukan pengalaman pribadinya dan humor mengenai hubungan antara kepemimpinan nasional serta kepekaan pasar keuangan.

  • Kelangkaan BBM Picu Antrean hingga 1 Kilometer di Bali, Pertamina Tambah Pasokan dan Siapkan 92 SPBU Buka 24 Jam

    Kelangkaan BBM Picu Antrean hingga 1 Kilometer di Bali, Pertamina Tambah Pasokan dan Siapkan 92 SPBU Buka 24 Jam

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Bali memicu antrean kendaraan hingga sekitar 1 kilometer dan mengganggu aktivitas masyarakat. Warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bensin, bahkan seorang perempuan dilaporkan pingsan setelah mengantre di sebuah SPBU di Kabupaten Badung pada Selasa (13/10/2026).

    Antrean panjang terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli. Situasi tersebut tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga menyebabkan kemacetan dan mengganggu mata pencaharian warga yang bergantung pada kendaraan.

    Di Denpasar, seorang warga bernama Aries mengaku telah berkeliling selama sekitar satu jam dan mendatangi empat SPBU sebelum mencoba membeli bensin di pengecer. Namun, setelah mengantre sekitar 20 menit, ia tetap tidak mendapatkan BBM karena stok telah habis. Pemilik Pertamini di Jalan Pulau Tarakan, Akmal Yadi, juga menyebut persediaan 90 liter bensin yang diterimanya habis dalam waktu kurang dari dua jam.

    Kondisi serupa terjadi di Klungkung, ketika warga beralih mencari Pertamax setelah stok Pertalite kosong. Sementara itu, antrean di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja, Buleleng, membuat pengendara harus mendatangi beberapa lokasi untuk memperoleh bahan bakar.

    Di Kabupaten Badung, antrean di SPBU Dalung-Abianbase menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Buduk hingga sekitar 1 kilometer. Adapun di Denpasar, antrean di simpang Jalan HOS Cokroaminoto-Gatot Subroto mencapai sekitar 500 meter. Di kawasan Kintamani, Bangli, antrean di SPBU Jalan Raya Penelokan mencapai sekitar 200 meter dan turut menyulitkan sopir jeep wisata yang melayani perjalanan menuju kawasan Gunung Batur.

    Dampak kelangkaan juga dirasakan pengemudi ojek online. Seorang pengemudi bernama Dodik terpaksa menonaktifkan aplikasi setelah mendatangi empat SPBU dan menghabiskan waktu untuk mencari bensin. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menerima pesanan pun terbuang akibat antrean.

    Selain mengganggu aktivitas ekonomi, antrean panjang juga memicu insiden kesehatan. Seorang perempuan di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Badung, dilaporkan pingsan sekitar pukul 09.00 Wita setelah mengantre selama berjam-jam. Petugas kepolisian dan petugas SPBU memberikan pertolongan sebelum korban dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Abiansemal 1.

    Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran Pertamina Patra Niaga ke rumah jabatan Jaya Sabha, Denpasar, pada Senin (12/10/2026). Ia meminta penjelasan mengenai antrean panjang sekaligus mendesak perbaikan pasokan dan distribusi BBM. Koster juga mengimbau masyarakat agar tidak panik karena pembelian secara bersamaan dapat mempercepat habisnya stok di SPBU.

    Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa salah satu kendala yang memengaruhi pasokan adalah keterlambatan bongkar muat kapal tanker. Proses yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 06.30 Wita baru dapat dilakukan sekitar pukul 22.00 Wita karena kendala pemasangan jangkar kapal. Simon menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Bali yang terdampak.

    Sebagai langkah penanganan, Pertamina menyatakan telah mendatangkan 19,2 juta liter Pertalite pada Selasa (13/10/2026). Pasokan tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan selama enam hingga tujuh hari, dengan konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2–3 juta liter per hari. Selain itu, sebanyak 3 juta liter Pertamax juga telah tiba dan tambahan pasokan kedua jenis BBM tersebut direncanakan disalurkan secara bertahap.

    Untuk mengurangi antrean, sebanyak 92 SPBU di Denpasar dan Badung disiapkan beroperasi selama 24 jam mulai Selasa malam. SPBU di Gianyar dan Tabanan juga direncanakan menerapkan operasional serupa dalam satu hingga dua hari berikutnya.

    Langkah penambahan pasokan dan perpanjangan jam operasional diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi BBM, mengurangi kepadatan lalu lintas, serta memulihkan aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di Bali.

  • Raline Shah Mundur dari Stafsus Menkomdigi, Pilih Fokus pada Karier dan Komitmen Profesional

    Raline Shah Mundur dari Stafsus Menkomdigi, Pilih Fokus pada Karier dan Komitmen Profesional

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Raline Shah resmi mengundurkan diri dari jabatan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. Keputusan tersebut berlaku efektif pada 13 Oktober 2026, setelah ia mempertimbangkan berbagai komitmen personal dan profesional, termasuk keberlanjutan kariernya di industri hiburan.

    Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada Selasa (13/10/2026) malam, Raline mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk mengabdi di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai bagian penting dalam perjalanan profesionalnya dan menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memasuki babak baru dalam karier.

    Raline juga menyampaikan terima kasih kepada Menkomdigi Meutya Hafid atas kepercayaan yang diberikan selama dirinya menjalankan tugas di kementerian. Sebelum bergabung dengan pemerintahan, Raline lebih dikenal sebagai aktris dan model yang aktif di industri hiburan.

    Selama menjabat sejak Januari 2025, Raline berkontribusi dalam memperkuat kemitraan global serta mendorong edukasi dan literasi digital di Indonesia. Sejumlah inisiatif yang menjadi bagian dari kontribusinya berkaitan dengan keamanan digital dan perlindungan anak di ruang siber.

    Salah satu agenda penting yang berjalan selama masa tugasnya adalah implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS, yang mengatur tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan anak di lingkungan digital.

    Menanggapi pengunduran diri tersebut, Meutya Hafid menyampaikan apresiasi atas kontribusi Raline selama bertugas di Komdigi. Ia menghormati keputusan Raline untuk melanjutkan perjalanan profesionalnya dan menyampaikan terima kasih atas dukungannya terhadap agenda transformasi digital Indonesia.

    Meski tidak lagi menjabat sebagai staf khusus, Raline menyatakan akan tetap mendukung proses transisi tanggung jawab serta kegiatan kementerian yang masih berjalan. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memastikan keberlanjutan program-program yang sebelumnya menjadi bagian dari tugasnya.

    Pengunduran diri ini menandai berakhirnya masa tugas Raline di lingkungan Komdigi setelah sekitar satu tahun sembilan bulan. Ke depan, ia akan melanjutkan perjalanan profesionalnya dengan mempertimbangkan berbagai komitmen yang berkembang, termasuk kiprahnya di industri hiburan.

  • Banjir Bandang Terjang Padang, 672 Warga Mengungsi dan Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan

    Banjir Bandang Terjang Padang, 672 Warga Mengungsi dan Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu (10/10/2026) akibat hujan berintensitas tinggi. Bencana ini berdampak pada tiga kecamatan dan enam kelurahan, menyebabkan ratusan rumah terdampak serta 672 warga mengungsi. Pemerintah bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi, mendirikan posko, dan menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat pada Minggu (11/10/2026) pukul 03.34 WIB, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Enam kelurahan yang dilaporkan terdampak ialah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.

    Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Selain itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji. Para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa. Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran.

    Dari sisi kerusakan, sekitar 120 rumah dilaporkan terdampak banjir, dengan satu rumah mengalami rusak berat dan empat rumah rusak sedang. Akses jalan di sekitar PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji, juga terputus sehingga menyulitkan mobilitas menuju wilayah terdampak. Selain itu, perbaikan tanggul yang jebol di daerah aliran sungai Lapau Munggu menjadi salah satu rekomendasi penanganan untuk mengurangi risiko banjir.

    Dalam upaya penyelamatan, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa. Penanganan melibatkan BNPB, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, Dinas Sosial, relawan, serta masyarakat. Polda Sumatera Barat turut mengerahkan personel gabungan ke sejumlah titik, termasuk Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh. Berdasarkan laporan kepolisian, warga di kawasan yang ditangani berhasil dievakuasi dengan selamat dan hingga laporan tersebut disampaikan belum ada korban jiwa yang dilaporkan.

    Untuk menjaga keselamatan dan keamanan warga, posko pengungsian, posko kesehatan, serta posko SAR turut disiapkan. Polda Sumbar juga mengerahkan 250 personel untuk menjaga rumah-rumah yang ditinggalkan warga selama mengungsi. Masyarakat diimbau tidak kembali ke rumah yang masih berisiko terendam dan tetap mengikuti arahan petugas guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

    Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi juga terus dilakukan. Bank Nagari dan Bagian Umum Pemerintah Kota Padang menyalurkan 500 bungkus nasi, sementara BPBD Kota Padang mendistribusikan 100 selimut. Dinas Sosial Kota Padang turut memberikan 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga (family kit), 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur. Bantuan disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai kebutuhan.

    Wali Kota Padang bersama Kapolda, Kapolres, Ketua DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah, BPBD, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah juga meninjau lokasi banjir di Perumahan Cluster Luminpark. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi wilayah terdampak sekaligus memastikan penanganan dan evakuasi berjalan sesuai kebutuhan.

    BNPB mendorong pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk mengoptimalkan penanganan darurat, memperbarui data dampak bencana, memenuhi kebutuhan warga di pengungsian, serta memastikan keselamatan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

  • Kabut Asap Karhutla Indonesia Bayangi F1 GP Singapura 2026, Penyelenggara Siapkan Antisipasi

    Kabut Asap Karhutla Indonesia Bayangi F1 GP Singapura 2026, Penyelenggara Siapkan Antisipasi

    JAKARTA, OBSERFACT.ID — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Formula 1 (F1) Grand Prix Singapura 2026 pada 9–11 Oktober 2026. Selain suhu panas dan kelembapan tinggi yang menguras fisik pebalap, kondisi kualitas udara turut menjadi tantangan bagi penyelenggara, penonton, serta berbagai aktivitas di sekitar sirkuit.

    Dikutip dari Associated Press (AP), kabut asap juga menyelimuti Malaysia pada pekan sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kegiatan luar ruangan apabila kualitas udara terus memburuk. Polusi udara juga meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.

    Penyelenggara Singapore GP bersama Dewan Pariwisata Singapura (STB) dan gugus tugas pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara selama rangkaian balapan. Hingga Jumat (9/10/2026), belum ada keputusan untuk mengubah jadwal balapan maupun kegiatan hiburan di sekitar sirkuit.

    Federasi Otomotif Internasional (FIA) menyatakan balapan tetap direncanakan berlangsung sesuai jadwal. Namun, kegiatan hiburan luar ruangan berpotensi dibatasi apabila kabut asap semakin memburuk dan berdampak pada kesehatan masyarakat maupun operasional acara.

    Sebagai langkah antisipasi, penyelenggara menyiapkan rencana darurat berupa penyampaian informasi kualitas udara kepada penonton, penyediaan bantuan medis, serta masker N95 apabila diperlukan. Jika kabut asap memengaruhi jarak pandang, kesehatan publik, atau kelancaran acara, otoritas terkait akan mengevaluasi situasi sebelum menentukan langkah lanjutan.

    Direktur Eksekutif Singapore GP Adam Firth mengatakan belum ada rencana untuk mengubah kegiatan hiburan di sekitar sirkuit. Pemantauan terhadap cuaca dan kualitas udara akan terus dilakukan, dengan informasi perubahan kegiatan disampaikan melalui saluran resmi jika diperlukan.

    Di luar persoalan kabut asap, potensi hujan pada Sabtu dan Minggu juga menjadi tantangan tersendiri. Lintasan jalan raya yang basah dapat meningkatkan tingkat kesulitan balapan, terutama setelah munculnya masalah perangkat lunak pada sejumlah mobil dalam balapan di Malaysia pekan sebelumnya.

    Sirkuit jalan raya Singapura dikenal menguras stamina pebalap akibat suhu dan kelembapan tinggi. Max Verstappen bahkan pernah mengibaratkan kondisi balapan di sana seperti berada di dalam sauna. Kini, potensi dampak karhutla menambah perhatian terhadap kondisi lingkungan selama salah satu agenda utama motorsport internasional tersebut.

    Hingga Jumat (9/10/2026), belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan jadwal balapan akibat kabut asap. Penyelenggara tetap memantau kondisi udara dan cuaca untuk memastikan langkah penanganan dapat dilakukan sesuai perkembangan situasi.