JAKARTA, OBSERFACT.ID — Gelombang demonstrasi kembali berlangsung di Jakarta pada Kamis (29/10/2026). Polda Metro Jaya mencatat terdapat 61 titik penyampaian pendapat di wilayah ibu kota, dengan berbagai kelompok masyarakat menyuarakan aspirasi. Salah satu aksi yang menjadi sorotan adalah rencana demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti di depan Istana Negara dengan membawa Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).
Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti mengajak mahasiswa untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Sebelum bergerak menuju Istana Negara, peserta aksi dijadwalkan berkumpul di kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, mulai pukul 10.00 WIB.
Dalam seruan aksinya, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kondisi ekonomi dan lingkungan hingga praktik penyelenggaraan pemerintahan. Mereka menilai kritik masyarakat perlu mendapat ruang dan kekuasaan harus dijalankan dengan tanggung jawab.
Adapun tiga tuntutan yang dibawa mahasiswa Trisakti meliputi:
- Pemulihan nasional, mencakup bidang ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan.
- Pemberantasan inkompetensi pejabat negara serta penghapusan rangkap jabatan pejabat publik.
- Penegakan supremasi sipil.
Selain mahasiswa Trisakti, sejumlah kelompok masyarakat lain juga tercatat menyampaikan aspirasi di berbagai kawasan Jakarta. Berdasarkan laporan yang mengutip data kepolisian, aksi berlangsung di sejumlah titik, termasuk Taman Pandang Istana, Gedung DPR/MPR RI, kantor DPRD DKI Jakarta, Kementerian UMKM, Tugu Tani, dan Silang Selatan Monas.
Di kawasan Taman Pandang Istana, Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar Aksi Kamisan. Sementara itu, Koalisi Nasional Perempuan Indonesia tercatat melakukan aksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI dengan jumlah peserta sekitar 20 orang. Kelompok pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta dengan perkiraan peserta sekitar 100 orang.
Aksi lainnya melibatkan Gerakan Ojol Indonesia Bersatu di kawasan Kementerian UMKM, BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di sekitar Tugu Tani dengan sekitar 50 peserta, serta BEM SI se-Jabodetabek dan Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia di kawasan Silang Selatan Monas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan bersama unsur TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain mahasiswa, aksi penyampaian pendapat pada hari tersebut juga melibatkan pekerja, organisasi perempuan, pengemudi ojek online, dan kelompok masyarakat lainnya.
Banyaknya titik aksi di sekitar pusat pemerintahan dan jalan utama berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas. Namun, penutupan jalan maupun pengalihan arus tidak otomatis berlaku di seluruh lokasi karena kebijakan rekayasa lalu lintas dapat disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Polda Metro Jaya mencatat 61 titik penyampaian pendapat serta 17 kegiatan masyarakat lainnya pada 29 Oktober 2026. Meski demikian, daftar lokasi yang telah diberitakan belum mencakup seluruh titik tersebut. Masyarakat yang hendak beraktivitas di Jakarta diimbau memantau informasi lalu lintas dan pengamanan melalui kanal resmi kepolisian serta pemerintah daerah.









