JAKARTA, OBSERFACT.ID — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Formula 1 (F1) Grand Prix Singapura 2026 pada 9–11 Oktober 2026. Selain suhu panas dan kelembapan tinggi yang menguras fisik pebalap, kondisi kualitas udara turut menjadi tantangan bagi penyelenggara, penonton, serta berbagai aktivitas di sekitar sirkuit.
Dikutip dari Associated Press (AP), kabut asap juga menyelimuti Malaysia pada pekan sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kegiatan luar ruangan apabila kualitas udara terus memburuk. Polusi udara juga meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.
Penyelenggara Singapore GP bersama Dewan Pariwisata Singapura (STB) dan gugus tugas pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara selama rangkaian balapan. Hingga Jumat (9/10/2026), belum ada keputusan untuk mengubah jadwal balapan maupun kegiatan hiburan di sekitar sirkuit.
Federasi Otomotif Internasional (FIA) menyatakan balapan tetap direncanakan berlangsung sesuai jadwal. Namun, kegiatan hiburan luar ruangan berpotensi dibatasi apabila kabut asap semakin memburuk dan berdampak pada kesehatan masyarakat maupun operasional acara.
Sebagai langkah antisipasi, penyelenggara menyiapkan rencana darurat berupa penyampaian informasi kualitas udara kepada penonton, penyediaan bantuan medis, serta masker N95 apabila diperlukan. Jika kabut asap memengaruhi jarak pandang, kesehatan publik, atau kelancaran acara, otoritas terkait akan mengevaluasi situasi sebelum menentukan langkah lanjutan.
Direktur Eksekutif Singapore GP Adam Firth mengatakan belum ada rencana untuk mengubah kegiatan hiburan di sekitar sirkuit. Pemantauan terhadap cuaca dan kualitas udara akan terus dilakukan, dengan informasi perubahan kegiatan disampaikan melalui saluran resmi jika diperlukan.
Di luar persoalan kabut asap, potensi hujan pada Sabtu dan Minggu juga menjadi tantangan tersendiri. Lintasan jalan raya yang basah dapat meningkatkan tingkat kesulitan balapan, terutama setelah munculnya masalah perangkat lunak pada sejumlah mobil dalam balapan di Malaysia pekan sebelumnya.
Sirkuit jalan raya Singapura dikenal menguras stamina pebalap akibat suhu dan kelembapan tinggi. Max Verstappen bahkan pernah mengibaratkan kondisi balapan di sana seperti berada di dalam sauna. Kini, potensi dampak karhutla menambah perhatian terhadap kondisi lingkungan selama salah satu agenda utama motorsport internasional tersebut.
Hingga Jumat (9/10/2026), belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan jadwal balapan akibat kabut asap. Penyelenggara tetap memantau kondisi udara dan cuaca untuk memastikan langkah penanganan dapat dilakukan sesuai perkembangan situasi.

Tinggalkan Balasan